Monday, November 09, 2009

Tomorrow is My 23rd


I don't care if it hurts, 
I wanna have control
I want a perfect body 
I want a perfect soul

~Creep, Radiohead

Timah Bangka dan Kapten Barbossa

Beberapa hari yang lalu, saya sempat pergi ke Pulau Bangka. Ini perjalanan pertama saya ke sana. Bangka bagi saya, adalah kota yang rapi, segala fasilitas hampir lengkap, dan indah. Berbeda dengan kampung saya di pedalaman Jawa yang susah angkot, Bangka cepat sekali berkembang sejak otonomi dari Sumatera Selatan sejak 2002.

Kebanyakan penduduk Bangka bekerja sebagai penambang. Banyak remaja putus sekolah akibat tergiur bekerja sebagai penambang timah, atau malimbang. Satu bukit, dikabarkan sudah habis karena ditambang. Dari pesawat, saya melihat botak-botak tanah coklat sisa pertambangan. Tanah itu tak lagi subur, juga tak ada yang mencoba memperbaiki. Di tanah itu juga, banyak pemuda tewas karena sistem pertambangan yang tak memperhatikan keselamatan. Entah liar entah tidak, sistem tambang ini tak layak lagi (seharusnya).














Saya ingat dengan film Pirates of Caribbean (2003), The Curse of Black Pearl. Tentang Kapten Barbossa dan awak kapal Black Pearl yang dikutuk akibat memakai uang emas yang mestinya haram dipakai. Perempuan, anggur, kemewahan, serta kapal yang mereka miliki tak lagi terasa sebagai kenikmatan. Semua adalah kutukan. Hidup abadi selamanya dalam kapal ternyata adalah kutukan. Sebab mereka tak bisa minum, apel yang dimakan hanya jadi pasir, yang mereka sentuh juga jadi pasir.

Mengapa timah begini banyak menjadi kutukan?

Saat harga timah sedang tinggi, seorang bisa dapat hingga 5 juta sehari melimbang, tapi kalau tidak, hasilnya tetap tinggi juga sekitar seratus ribu sehari. Duit ini sering dihamburkan untuk mabuk-mabukan atau membeli handphone terbaru. Banyak remaja putus sekolah bukan akibat tak ada uang, tapi karena tergiur bekerja dan hasil uang yang mudah. Bagi masyarakat, sekolah tak lagi penting, karena sudah mudah mendapat uang.

Sistem sekolah untuk pasar membuat kita berpikir: uang untuk sekolah, sekolah untuk uang, kalau ada uang tak perlu lagi sekolah. Karena sistem pendidikan memang diciptakan untuk tuntutan kapitalisme pasar. :(

Hmm.. sedih. Sedih mengingat jam-jam yang harus mereka habiskan di bawah ancaman celaka. Sedih, akibat uang yang mengungkung pemikiran! Sedih dan geram, sekitar 1500 orang putus sekolah tiap tahunnya gara-gara timah.

Begini besarnya sumber daya, tapi tetap saja, air bersih sulit didapat. Listrik mati tiap dua hari sekali. Tanah-tanah subur sebentar lagi berganti sampah tambang.

-------------
gambar diambil dari sini : http://www.deadmentellnotales.com/categories/XO00.shtml

No Mystery

We tell to the world, what we think while publish our blog, what we feel and wishes in every twitter update, with whom we're in plurk updates, and what we hate in facebook's status. There's no mystery anymore. But we still amaze when people know everything about us. Internet gave us no boundary!!

Thursday, November 05, 2009

Tak Ada di Big Mac

Ia tak ada di lelehan keju dan double meat burger super Big Mac.
ia tak pernah mampir ke McDonalds.

kenyang. tapi tak cukup.
kenyang. tapi memuakkan.

ia tak ada sewaktu komedo dan jerawat gosong dipencet sampai rasa sakit bikin meringis. ia bukan di salon ini.

aroma baju baru dan barcode hitam bermerek. bikin merasa cantik.
tapi sedikit.
juga ia tak pernah ada di barcode hitam ini.

ia bukan ada di pantai.
ia tak pernah saya temui di cahaya-cahaya terang antara malam dan musik.
ia tak pernah ada di lukisan. galeri. foto. hutan.

Monday, November 02, 2009

In God, I Trust

For every pain He made. For every smallest happiness He always create. and for His fair in His unfair decision. I know, God always kind to us. In God I always trust.

I mean it

I can be so mean when I wanna be. I am capable of really anything. I can cut you into pieces, when my heart is broken. 


~Pink,

Sunday, November 01, 2009

Just Like a Pill

Run just as fast as I can 
To the middle of nowhere 
To the middle of my frustrated fears 
And I swear you're just like a pill 
Instead of making me better, you keep making me ill 
You keep making me ill 


~Pink

Ketoprak Ganja kali ya?

Saya punya langganan warung ketoprak deket rumah. Kalo bosan makan mie rebus atau mie goreng, atau telor ceplok di rumah, saya biasa jajan ke sana. Dia jualan dari saya belum pindah ke rumah ini. Di depan kontrakannya ada tiga gerobak, satu buat jualan sehari-hari, satu dipajang, yang satu dibawa adeknya buat mangkal di tempat lain kalo malem.

Tuh tukang ketoprak pasti ada aja yang beli deh. Kacang, bawang, kecap, cabe, semuanya pas. Saya langganan dari harganya 2500. 3000. 3500. 4000. sampe sekarang 5000 sebungkus.

Gak ada yang ngalahin sama tukang ketoprak yang laen deh. Selaen rasa dan porsi yang banyak, abis makan ketoprak ini pasti efeknya sama; NGANTUK GILAK!! Hari ini tidur siang empat jam abis makan ketoprak. Kemaren-kemaren kalo buat sarapan juga tidur pagi tiga sampe empat jam.

Haram banget makan tuh ketoprak kalo lagi ada kerjaan. Malah ketiduran. Duh, boss ane kejar malem ini pasti rebes bos *janji lainnya*. =P

YUK! Gak boleh twitteran, bloggingan, plurk-an, youtuban, no any social media!!

Friday, October 30, 2009

We are

in blogs, twitter updates, plurk, and facebook:

Boys are talk how many times they conquer girls
Girls are chit chat how many boys hurting their feeling

single men talk their dream wives and jaguar
single women share their dream after happily-ever-after-marriage

moms speak their 24hours working in house, husbands, and babies
dads describe traffic jam, WC, boss, and life philosophy

we talk as if we have different stories
but they do always say (same), "this is the real me.."
aren't "the real of us" almost same?

Thursday, October 29, 2009

Oh God, what kinda curse you give to me tonight?